Menilai tanpa rasa

image

Pada kali ini yang bahas adalah menilai. Yah dalam proses belajar adalah proses yang kita lakukan bila telah selesai kegiatan belajar. Nilai merupakan hak untuk siswa karena dia sudah berusaha mempelajari sesuatu tentunya.
Tapi ada kalanya memberikan nilai sama sulitnya kita menilai karekter si siswa. Bagaimanapun juga memberikan nilai tidak bisa sama sekali melepas ikatan perasaan dengan si siswa. Siswa yang kita temui setiap hari pasti punya kesan tertentu bagi kita. Baik itu yang berkesan baik maupun berkesan buruk.
Lebih menyenangkan tentu dengan siswa yang penurut dan tidak membuat ulah untuk memberikan nilai tetapi berkebalikkan tentunya dengan siswa “spesial”.
Pada situasi tertentu mungkin kita dihadapkan pada nilai yang rendah bagi siswa baik tadi,tapi dalam hati betapa kita rasakan sulit untuk memberikannya. Dan betapa mudah kita memberikan nilai rendah kepada siswa “spesial”.
Apapun itu maka tidak adil rasanya bila kita berprilaku seperti itu, apalagi sampai kita memberikan nilai yang lebih kepada siswa baik tanpa ada proses sebelumnya.
Toh yang kita hadapi manusia bukan robot atau mesin yang akan mengalami proses dan dapat berubah. Intinya ada pada penilaian kita. Bila kita menilai ada siswa baik dan buruk maka akan melakukan itu terus. Bila kita sejak awal tidak membagi siswa seperti itu dan menganggap semua siswa memiliki potensi yang sama maka Anda akan selalu menilai sikap siswa dalam batas kewajaran sebagai anak kecuali, sikap yang melewati batas yang harus diluruskan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: