Hijab dan Kehormatan

Masih ingat dulu waktu diskusi singkat, seorang kawan berkata seperti ini “Bahkan untuk memilih makanan kita cenderung memilih terbungkus rapih dan terhindar dari kotoran apalagi kita memilih wanita sebagai pasangan hidup”.

Sungguh mulia bagi wanita yang bisa menjaga kehormatannya dengan memakai hijan. Menjaga bagian tubuh dari lirikan-lirikan syetan. Walaupun jaman sekarang sebagaian orang sepakat bahwa wanita yang anggun dan cantik adalah wanita yang berpenampilan seksi dan terbuka. Badan langsing dan sebagainya.
Padahal kalau kita cermati, itu merupakan sugesti yang diberikan oleh media dan lain-lain yang memiliki tujuan tertentu. Mereka menganggap hijab sebagai pengekangan.
Padahal pada jaman Barock di eropa, wanita cantik digambarkan dengan tubuh gemuk dan berpakaian besar, sedangkan wanita kurus dan langsing dianggap tidak cantik. Artinya sugesti dan mengikuti trend bukan merupakan hal utama. Menjaga kehormatan merupakan hal yang utama. Dengan berhijab wanita telah berusaha menyelamatkan diri dari godaan dunia dan siksa akhirat.

Ada yang mengatakan “buat apa berjilbab tetapi kelakuan minus”. Sungguh berhijab itu lebih mudah dibandingkan dengan merubah kelakuan. Kalau hal yang mudah saja tidak bisa dilakukan apalagi yang sulit, itu bukan logikanya. Setidaknya wanita yang berhijab telah melakukan sebuah perubahan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: