Hukum aku bila kau sayang


Banyak orang menganggap pemberian kebutuhan yang baik adalah bentuk perhatian ideal. bagi si anak secara material sangat terpenuhi, tetapi secara perhatian kurang terutama perhatian sikap. Banyak dari kita ternyata belum tersadar pentingnya menghukum karena kita ingin sekali menjadi seorang yang humanis. Ingin bersikap bijaksana dan baik tanpa ada yang tersakiti.

Secara fitrah manusia adalah mahluk pasti melakukan kesalahan. Tidak ada manusia yang tercipta tanpa melakukan kesalahan, oleh sebab itu manusia diberi kemampuan belajar. Saat-saat melakukan kesalahan sebetulnya momen memberi hukuman adalah cara untuk memperbaiki dan menyadarkan.
Toh definisi hukuman bukan menyakiti tetapi memberi efek jera. Artinya belajar dari kesalahan dan jera terhadap hukuman. Akhirnya apabila ingin melakukan kesalahan tentunya akan berpikir akibatnya. Yang lebih penting lagi adalah mengakui kesalahan dan terus memperbaiki diri.
Seperti disebutkan di atas menghukum bukan berarti menyakiti, menghentikan atau melakukan kesukaan seorang anak juga merupakan bentuk efektif hukuman. Misalkan seorang anak suka bermain mobil-mobilan, tiba-tiba ia melakukan kesalahan. Maka hukumannya adalah dilarang bermain mobil-mobilan selama seminggu. Sangat efektif dibandingkan harus memukul. Bahkan biasanya para atlet profesional kadang menghukum dirinya sendiri kalau gagal, misalnya berlari sepuluh kali lapangan bola agar mereka termotivasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: