Cerita Gentong


Dikisahkan disebuah desa kecil hidup seorang petani, dia hidup bersama keluarga bahagianya. Setiap hari yang ia lakukan tentunya bertani, tetapi selain itu juga harus mengambil air di sungai untuk kebutuhan sehari-hari. Karena dirumahnya tidak tersedia sumur, maka setiap harinya ia mengambil air di sungai dengan dua buah gentong.

Setiap hari ia susuri jalan terjal dengan sabar, melewati jalan tanah yang tak beraspal. Diantara dua gentong tersbut ternyata ada satu gentong yang bocor sedangkan yang satu masih utuh tanpa bocor. Maka setiap petani tersebut mengambil air dan kembali ke rumah isi dalam gentong yang kedua tidak pernah penuh. Air tersebut terjatuh di sepanjang jalan yang di lewati petani. Hal ini berlangsung cukup lama, maka terjadilah dialog antara petani dan gentong bocor tersebut.
Gentong : Diriku merasa tidak berguna karena keadaanku yang tidak sempurna. Betapa merugikannya diriku untukmu. Setiap air yang ku bawa tak pernah utuh dan terbuang percuma. Sedangkan gentong yang satu sangat memuaskan hatimu.

Petani : Kenapa kau permasalahkan ketidaksempurnaan mu. Apakah kau tidak menyadarai jalan yang kita lewati setiap hari dipenuhi dengan bunga yang berwarna-warni dan tumbuh subur. Jalan yang kita lewati telah kusebarkan bibit bunga, kemudian kusiram bunga tersebut dengan tetesan air yang jatuh dari dirimu. Sehingga air yang terjatuh tidak percuma. Segala sesuatu pasti memiliki kekurangan, yang menjadi masalah adalah apakah kita akan menyesali kekurangan tersebut atau membuatnya berguna.

*terima kasih untuk cerita yang membuat semangat, dan maaf kalau ceritanya agak membingungkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: