Sang Raja


Diceritakan pada zaman dahulu kala ada 2 orang raja. Kedua raja ini berada di negeri yang berbeda dan memiliki sifat yang berbeda. Raja yang pertama memiliki sifat yang buruk, ia sangat tamak, kejam dan tidak adil, sedangkan raja yang kedua memiliki sifat yang berkebalikan, ia sangat adil dan pemurah. Disaat yang bersamaan kedua raja tersebut sakit parah dan mungkin tidak dapat disembuhkan.

Raja pertama meminta dipanggilkan tabit untuk diperiksa kondisi kesehatannya. Setelah tabit memeriksa kondisi sang raja ternyata menderita penyakit yang sangat langka, sukar sekali penyakit tersebut disembuhkan. Hanya ikan langka yang ada dikedalaman laut yang bisa menyembuhkan sang raja. Ikan ini hanya muncul setahun sekali. Maka diperintahlah seluruh kerajaan untuk mencari ikan tersebut. Seisi kerajaan mencari ikan tersebut dengan rasa pesimis, tapi anehnya ikan tersebut sangat mudah ditemukan. Maka seketika sang raja yang kejam tersebut lekas sembuh dari sakitnya.
Raja kedua pun meminta nasehat kepada tabit perihal penyakitnya. Setelah diperiksa sang raja hanya mendapat penyakit yang bisa disembuh dengan memakan buah. Buah tersebut sangat mudah ditemukan karena bisa dipanen sepanjang tahun. Maka seluruh kerajaan mencarinya dengan rasa optimis dan yakin, tapi anehnya buah tersebut tidak dapat ditemukan satu pun. Karena tidak mendapatkan buah yang dimaksud maka sang raja pun meninggal dunia.
Atas kedua peristiwa tersebut malaikat yang mencabut nyawa terheran-heran. Raja yang kejam dan dibenci rakyat diberi kesempatan hidup lebih lama sedangkan raja yang sangat adil dicabut nyawanya lebih cepat. Allah pun memberi jawaban, bahwa raja yang kejam diberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan dan kalaupun tidak bisa maka akan menambah bebannya kelak. Raja yang adil dicabut cabut nyawanya dengan lekas karena Allah takut raja tersebut melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat dosa dan ingin segara berjumpa dengan raja tersebut.
Raja diatas bisa kita ambil contohnya secara nyata. Raja yang kejam bisa kita ingat kembali tentang raja firaun yang ditentang nabi Musa, ia begitu lama berkuasa dan bergelimpangan nikmat. Tetapi Allah langsung menjatuhkan ia secara langsung hukuman ketika ditenggelamkan di laut merah. Raja kedua bisa kita ambil contohnya, Kalifah Umar. Raja yang begitu adil dan sayang kepada rakyat tetapi begitu cepat meninggalkan dunia saat memerintah. Allah maha adil kepada mahluknya.

NB : cerita ini pernah saya baca tetapi lupa dimana, semoga yang membuat tidak tersinggung karena saya menulis ulang sesuai hal diingat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: