review “Cinta Untuk Selamanya” by Om Vivid95

VCFC10170

Pembaca yang baik hati yang sudi meluangkan waktunya untuk membaca postingan saia, ucapan terima kasih tertuju pada Anda. Berikut adalah sebuah review tentang film Indonesia yang d ambil dr thread asuhan om Vivid. Review yang sangat cerdas dan jujur, oleh sebab itu mohon maaf klw ada kata2 yg kurang berkenan. Karena review ini tidak masuk dalam LSF. Harap maklum mungkin kerusakan yang dialami om Vivid setelah menonton film2 jelek. Yups langsung baca aja deh reviewnya :

Para pembaca yang budiman, senang sekali kita bisa bertemu lagi karena itu berarti saya cukup punya banyak waktu dan intelektualitas untuk memperbodoh diri sendiri dengan menonton film2 kelas B kegemaran saya. Meski masih hangat berita tentang bu Prita yang ditangkap gara2 surat keluhannya menyebar di milis2 di internet, saya tetap tidak gentar menyuarakan kebenaran betapa sebuah film bisa dibuat dengan sangat butut dan pada saat yang sama bisa sangat menghibur saya. Mudah2an para filmmaker yang saya review filmnya di sini bisa mengerti bahwa apapun yang saya katakan di sini, saya sangat mencintai produksi mereka dan sangat berharap mereka tetap memproduksi film2 butut karena tanpa produksi mereka saya akan berhenti menulis review. Dan kepada yang masih bertanya kenapa saya suka nonton film jelek, saya sarankan anda segera menonton salah satu film jelek yang saya tonton, anda akan menemukan jawabannya di situ.

Film Cintaku Selamanya aka ML, karya sutradara Thomas Nawilis dan diproduseri oleh Shanker RS BSc, setelah melalui proses penggantian judul tetap tidak menyelesaikan masalah yang sebenarnya yaitu bahwa judulnya tidak nyambung. Tapi seperti pepatah ‚don’t judge a book by its cover’, mari kita maafkan saja ketidaknyambungan tersebut dan mari kita lihat isi filmnya. Film ini (diklaim berdasarkan pengalaman nyata) dibuat dengan pesan moral yang sangat mulia: agar anak2 muda tidak terjerumus dalam kehidupan seks bebas dan terhindar dari penularan penyakit kelamin. Sebuah niat yang sangat luhur, sama luhurnya dengan datang pengajian dan mendengarkan ceramah.

Maka untuk menyampaikan pesan moralnya, film ini menceritakan tentang kehidupan Wisnu, seorang mahasiswa sinematografi yang sedang berjuang membuat dokumentasi tentang kehidupan seks bebas meski dia sendiri belum pernah melakukannya. Wisnu (Hardi Fadhillah) yang sangat lugu dan tidak pernah sisiran berteman dengan Mario (Tody) yang gaul dan terlalu sering sisiran sampai model rambutnya tidak simetris lagi, di mana Mario adalah pelaku ulung seks bebas bersama pacarnya Manda (Ratu Felisha). Begitu ulungnya, sampai2 mereka biasa ‘main’ di toilet kampus dan belanja kondom sampe berkardus2. Selain itu ada pula Askar (Mike Muliadro), seorang mahasiswa cabul yang suka berganti2 pasangan namun tetap mengharapkan keperawanan wanita apabila dia menikah nanti.

Setelah beberapa scene yang membosankan, Wisnu tiba2 terlibat taruhan dengan Mario, dalam jangka waktu 1 bulan Wisnu harus sudah punya cewek dan ML, sementara si Mario tidak boleh ML dengan pacarnya. Tentunya ini menimbulkan kerepotan di antara mereka karena Mario dan pacarnya sangat nafsuan sementara Wisnu tiba2 dekat dengan seorang cewek yang tak lain tak bukan adalah adiknya Askar. Masing2 dari mereka kemudian terlibat masalah, Wisnu mencoba menahan gejolak nafsunya, Mario tiba2 tertular herpes dan pacarnya dicurigai hamil, sementara Askar yang berniat serius dengan pacarnya tiba2 mengetahui latar belakang pacarnya yang bekas perek. Lalu bagaimana taruhannya??
… terus terang saya juga baru ingat mereka taruhan waktu saya bikin resensi ini karena taruhannya tidak disebut2 lagi sepanjang film.

Bisa dibilang film ini memiliki semua adegan yang bisa kita tebak di setiap film kelas B. Ada adegan pasangan bertengkar saat hujan deras, ada rip-off adegan sex is zero (= si wisnu pergi ngedate sama ceweknya dan pake minyak rambut yang ternyata adalah selai strawberry), dan ada sejumlah cameo berupa artis2 favorit anda:
– Olga Syahputra (saya merasa sedang dalam kutukan karena tiap film yang saya tonton selalu ada olga syahputranya)
– Gusti Randa (jadi om2 berseragam SD yg doyan perek)
– Ferry Irawan (jadi dosen yang motret g-stringnya Ratu Felisha pake HP)
– Kabarnya ada dr Boyke tapi jujur saya lupa dia muncul di adegan mana dan saya ga punya cukup otak untuk mengulang filmnya lagi.

Selain itu juga untuk mengulur waktu karena ceritanya sangat sederhana, film ini memasukkan banyak sekali scene2 ga berguna yang kalo dihapus pun sebenarnya tidak mengganggu jalan cerita (tapi tentunya mengurangi siksaan sehingga saya sangat berterimakasih mereka memasukkan scene2 ini), yaitu contohnya scene preman2 kapak merah yang malakin HP para pengendara mobil, begitu balik ditodong pake pistol premannya langsung bilang, ‘ini kapak boongan koq mas, liat nih ga tajem,’ lalu menggores2 kapak ke tangannya sendiri dan menjadikan tangannya berdarah2. Lalu scene Gusti Randa dengan seragam SDnya (hmmm kira2 scene ini bisa dituntut dgn pasal ‘perbuatan tidak menyenangkan’ ga ya? Soalnya saya benar2 tidak senang melihatnya). Dan jangan lupakan ketololan scene anjing yang tiba2 bisa ngomong bahasa inggris demi menyadarkan Wisnu agar dia tidak ML dengan pacarnya. Oh ya last but not least, ketika Wisnu mengabarkan kepada Pak Dosen Ferry Irawan bahwa Mario tidak bisa masuk gara2 kena herpes, sang dosen kelepasan ngomong ‘herpes?’ keras2 dan membuat satu kelas pamit pulang karena mau ngecek apakah mereka terinfeksi herpes juga. Saya jadi kepingin ikutan pamit mundur dari nonton film untuk mengecek apa saya juga terinfeksi herpes.

Seperti yang dibilang di awal, film ini sarat dengan muatan moral untuk menghindari seks bebas. Karena itu, film ini menyodorkan tips2 cerdas, tajam aktual dan terpercaya bagaimana anda bisa mendapatkan seks bebas, tentu niatnya agar anda menghindarinya:
– Supaya kita bisa menyetir dengan aman dan berkonsentrasi, cepat dapatkan layanan quickie oleh pacar anda di toilet kampus
– Anda bisa menghubungi PSK dan ketemuan di hotel, tapi PSKnya jangan ditinggal mandi supaya dompet anda tidak dicolong
– Bisa juga anda kunjungi layanan massage remang2 terdekat, di mana anda boleh berendam bersama para pemijat seksi dan dilanjutkan dengan pijat-memijat di tmp tidur
– Fact: seks bebas rentan dengan penyakit kelamin seperti herpes dan kehamilan yang tidak diinginkan, TAPI tetap ada kemungkinan bahwa anda tidak terkena keduanya.

Dan saya sungguh jadi terinspirasi film ini, jadi lain kali apabila saya mau mengajak para remaja untuk tidak terlibat narkoba, maka tindakan yang paling tepat adalah:
– Menunjukkan kepada para remaja betapa narkoba itu sangat menyenangkan
– Menunjukkan di mana tempat2 beli narkoba, kalau bisa sekalian cara pemakaiannya
– Memperlihatkan bagaimana pesta narkoba bisa sangat meriah dan seru
– Berpesan ‘narkoba itu bisa bikin kecanduan dan bisa ditangkep polisi lho, tapi tenang aja banyak koq yg pake narkoba tapi ga kecanduan dan ga masuk penjara.’

Sungguh manouver yang sangat cerdas!!!!

sumber postingan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: