Final Destination

Final Destination
Film yang berjenis horor ini agak berbeda film horor yang lain.  Kita tidak akan menemukan sosok menyeramkan atau menakutkan dalam film tersebut, karena yang dihadapi adalah sosok kematian.  Film ini dibuat sampai sequel ketiga, dan pada tahun 2009 akan dilanjutkan dengan Final Destination IV.
Film tersebut bercerita tentang de javu atau kilasan masa depan, dimana si pelaku melihat sebuah kejadian yang menyeramkan, kematian dirinya dan orang didekatnya.  Pada film pertama kejadian kecelakaan pada peristiwa pesawat terbang, pada film kedua  kecelakaan maut terjadi di jalan tol, sedangkan film ketiga kecelakaan pada roller coster.  Dengan penglihatan tersebut si pemeran utama menghentikan atau menghindari kecelakaan maut yang ada.  Sehingga orang-orang yang selamat seperti memiliki kesempatan kedua untuk hidup.
Cerita film tersebut tidak berakhir sampai disitu.  Ternyata peristiwa kematian tersebut tertunda,  pada peristiwa tersebut menunda sebuah rancangan kematian.  Satu persatu dari orang-orang yang selamat itu akan mati sesuai dengan urutan pada saat kejadian mengerikan yang sebelumnya terjadi itu. Urutannya bisa secara Ascending atau Descending,seperti urutan tempat duduk atau posisi saat kejadian.
Orang-orang yang selamat dari peristiwa tersebut berusaha menghindari kematian, mereka berusaha selamat dari peristiwa yang merenggut nyawa mereka.
Yang menarik dari film ini adalah pada saat proses kematian orang-orang yang selamat tersebut. Proses kematiannya bener-bener terencana. Semua variabel-variabel yang akan menyebabkan kematian akan terjadi secara make sense dan tepat sasaran.   Saat si pelaku dikejar-kejar oleh kematian bagi kita yang sudah pernah menonton film ini pernahkah merasa bahwa kejadian tersebut akan terjadi pula pada diri kita.  Kematian merupakan kepastian dimana waktu, tempat, dan rencana kematian kita tidak pernah tahu, sehingga tidak mungkin kita menghindari.  Dalam film tersebut si pelaku berusaha matia-matian untuk menghindari kematian, hal tersebut  tidak mungkin berhasil dan dilakukan karena bagaimanapun ia akan mati juga.  Seharusnya  kematian itu harus dihadapi dengan persiapan sebaik mungkin.
Perbanyak kebaikan dan amal soleh, hindari kemaksiatan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: