Test

Menilai tanpa rasa

image

Pada kali ini yang bahas adalah menilai. Yah dalam proses belajar adalah proses yang kita lakukan bila telah selesai kegiatan belajar. Nilai merupakan hak untuk siswa karena dia sudah berusaha mempelajari sesuatu tentunya.
Tapi ada kalanya memberikan nilai sama sulitnya kita menilai karekter si siswa. Bagaimanapun juga memberikan nilai tidak bisa sama sekali melepas ikatan perasaan dengan si siswa. Siswa yang kita temui setiap hari pasti punya kesan tertentu bagi kita. Baik itu yang berkesan baik maupun berkesan buruk.
Lebih menyenangkan tentu dengan siswa yang penurut dan tidak membuat ulah untuk memberikan nilai tetapi berkebalikkan tentunya dengan siswa “spesial”.
Pada situasi tertentu mungkin kita dihadapkan pada nilai yang rendah bagi siswa baik tadi,tapi dalam hati betapa kita rasakan sulit untuk memberikannya. Dan betapa mudah kita memberikan nilai rendah kepada siswa “spesial”.
Apapun itu maka tidak adil rasanya bila kita berprilaku seperti itu, apalagi sampai kita memberikan nilai yang lebih kepada siswa baik tanpa ada proses sebelumnya.
Toh yang kita hadapi manusia bukan robot atau mesin yang akan mengalami proses dan dapat berubah. Intinya ada pada penilaian kita. Bila kita menilai ada siswa baik dan buruk maka akan melakukan itu terus. Bila kita sejak awal tidak membagi siswa seperti itu dan menganggap semua siswa memiliki potensi yang sama maka Anda akan selalu menilai sikap siswa dalam batas kewajaran sebagai anak kecuali, sikap yang melewati batas yang harus diluruskan.

Disturbing Picture


Kalau dari judul diatas diartikan ‘gambar yang mengganggu’. Weitsss, tapi tunggu dulu, yang dimaksud mengganggu disini bukan gambar yang berisik maksudnya. Tapi gambar-gambar yang memiliki konten-konten kekerasan, seram bahkan menjijikan. Ya biasanya gambar DP ini jadi koleksi forensik kepolisian atau arsip pribadi yang tidak sembarang dipublikasikan. Biasanya gambar tersebut tidak jauh hubungannya dengan kecelakaan, pembunuhan bahkan kadang kala seks yang tidak normal.
Baca lebih lanjut

Hijab dan Kehormatan

Masih ingat dulu waktu diskusi singkat, seorang kawan berkata seperti ini “Bahkan untuk memilih makanan kita cenderung memilih terbungkus rapih dan terhindar dari kotoran apalagi kita memilih wanita sebagai pasangan hidup”.
Baca lebih lanjut

Hukum aku bila kau sayang


Banyak orang menganggap pemberian kebutuhan yang baik adalah bentuk perhatian ideal. bagi si anak secara material sangat terpenuhi, tetapi secara perhatian kurang terutama perhatian sikap. Banyak dari kita ternyata belum tersadar pentingnya menghukum karena kita ingin sekali menjadi seorang yang humanis. Ingin bersikap bijaksana dan baik tanpa ada yang tersakiti.
Baca lebih lanjut

Nilai atau Kebutuhan

Menulis tentang ini berawal dari saya membaca trit di kaskus (tapi sayang lupa linknya, sudah dicari tapi tidak ketemu). Trit tersebut membahas tentang dirinya diejek karena tidak memakai handphone yang katanya canggih, ya apalagi kalau bukan BlackBerry. Saat dia diejek meminta alasan mengapa harus memakai BlackBerry, kata yang mengejek ” ya biar keren aja, smua orang juga pake BlackBerry”. Ternyata bukan alasan logis dan masuk akal.
Baca lebih lanjut

Witch Trial


Kalau membaca judulnya dengan kata ‘witch’ mungkin kita berpikir dorama ini memiliki cerita misteri. Tetapi dalam dorama ini tidak ada unsur magis sedikit pun. Dorama ini bercerita sepenuhnya tentang sebuah kejahatan, yang sangat dibumbui dengan konspirasi dan trik. Dan dorama ini berhasil membuat tertegun tanpa daya dan tidak bisa menebak cerita selanjutnya. Kita cerita sekilas tentang isi dorama ini tapi tidak akan saya beritahu endingnya.
Baca lebih lanjut