Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

tenggelamnya-vanderwijk

Melukiskan suatu kisah cinta murni di antara sepasang remaja, yang dilandasi keikhlasan dan kesucian jiwa, yang patut dijadikan tamsil ibarat.  Jalan ceritanya dilatar belakangi dengan peraturan-peraturan adat pusaka yang kokoh kuat, dalam suatu negeri yang bersuku dan berlembaga, berkaum kerabat, dan berninik-mamak.

Novel ini mempunyai pesona kata-kata yang luar biasa, ya memang novel ini dikarang oleh orang hebat negeri ini.  Buya Hamka yang mengarang novel ini.  Novel ini mempunyai daya magis dalam kata-kata, pengaruh bahasa melayu sangat kental dalam novel ini.  Walaupun bagi yang membaca tidak terbiasa atau bahkan tidak paham, tapi kalimat-kalimat yang disusun mengarahkan kita menuju kepahaman yang menuju pada alur cerita yang mengalir.

Novel ini berjenis klasik karena telah dibuat 70 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1931.  Sangat kental dengan budaya Minang yang sangat patuh akan peraturan adat.  Mengisahkan tentang sepasang pemuda yang bernama Zaiunudin dan Hayati.  Mereka memiliki latar belakang yang berbeda, Zainudin merupakan pemuda rantau yang dulu ayahnya seorang bangsawan tetapi telah dibuang oleh keluarganya.  Hayati sendiri anak seorang bangsawan yang patuh akan aturan-aturan.  Keduanya harus menghadapi rintangan dan batas yang tak bisa dilewati,  yang pada akhirnya harus merasakan kekecewaan.  Tema novel ini tentang kasih tak sampai, yah mungkin itu lagi trennya pada zaman itu sama seperti siti nurbaya.  Sebagai penutup yang paling menarik dari novel ini ada berbalas surat, HAMKA menyusun kalimat sangat luar biasa sehingga surat-surat yang ditulis berasal dari orang-orang yang berbeda dan dapat mengungkapkan perasaan pada surat tersebut (baca posting sebelumnya “surat tuk hayati”).  Bagi yang suka novel, judul novel ini harus dicari jangan baca novel SMS (Sastra Mazhab Selangkangan).

Tokoh-tokoh :

Zainuddin : seorang pemuda berbudi luhur yang dilahirkan dari pasangan Melayu Padang dengan Mengkasar.

Mak Base : seorang saudagar kaya di Mengkasar yang menjadi orang tua angkat Zainuddin.

Hayati: seorang gadis yang berbudi luhur yang menjadi kekasih Zainuddin. Ia adalah korban dari adat yang terlalu mengekangnya sehingga ia menikah dengan Azis.

Khadijah : sahabat karib Hayati. Ia adalah adik kandung Azis.

Muluk: Sahabat kental Zainuddin yang berbudi luhur.

Pendekar Sutan : seorang saudagar kaya yang dihormati di Batipuh. Ia adalah ayah kandung Zainuddin.

Daeng Habibah : seorang wanita berasal dari Mengkasar yang merupakan ibu kandung Zainuddin

Datuk Mantari Labih : Mamakny pendekar Sutan yang sangat serakah.

Ringkasan cerita :

(dengan membaca ringkasan ini,mungkin telah mengetahui isi cerita)

Zainuddin berhasil kembali ke kampung halamannya setelah mendapat izin dari Mak Base,orangtua angkatnya.  Zainuddin tinggal di Mengkasar setelah ayah kandungnya, Pendekar Sutan, terusir dari Batipuh karena membunuh Datuk Mantari Labih, kemudian ia pergi ke Mengkasar dan menikah dengan Daeng Habibah sehingga lahirlah Zainuddin.  Setelah ayahnya meninggal dunia, Zainuddin diangkat anak oleh Mak Base yang baik hati.

Ketidak adilanlah yang menimpa ayahnya akibat adat istiadat yang membelenggu di daerahnya juga dirasakan oleh pemuda itu.  Zainuddin yang bukan orang  Padang Asli-karena ibunya bukan kelahiran Batipuh-harus mendapatkan tantangan yang besar dalam menjalin hubungan cintanya dengan Hayati.  Selain itu, juga karena Zainuddin adalah anak yatim piatu.  Sekalipun demikian, hubungan cinta kasih antara Zainuddin dan Hayati tetap berjalan dengan cara saling berkirim surat.

Suatu hari Hayati bermaksud pergi ke Padang Panjang untuk melihat pasar malam.  Sebelum berangkat, ia telah mengabarkan kepada Zainuddin, sehingga kedua anak muda itu berjanji untuk bertemu dan melepaskan perasaan rindunya di rumah Khadijah, sahabat Hayati. Namun pertemuan antara Hayati dan Zainuddin mendapat halangan dari Azis,kakaknya Khadijah yang secara diam-diam mencintai Hayati.

Puncak persaingan antara Zainuddin dan Azis terjadi ketika kedua pemuda itu sama-sama menirimkan surat kepada orang tua Hayati.  Dari lamaran kedua pemuda itu, ternyata lamaran Azis yang diterima karena orang tua Hayati mengetahui latarbelakang pemuda yang kaya raya itu.  Sedangkan lamaran Zainuddin ditolak karena orangtua Hayati tidak ingin anaknya bersuamikan lalaki miskin.  Mereka tidak mengetahui bahwa Zainuddin baru saja menerima warisan kekayaan dari Mak Base yang telah meninggal dunia.

Setelah lamarannya ditolak, Zainuddin pun jatuh sakit, sedangkan Hayati harus menjalani hidup dengan orang yang tidak dicintainya sehingga ia merasa sangat tertekan.  Apalagi Azis memiliki perangai buruk sehingga kehidupan rumah tangga wanita itu tidak bahagia

Zainuddin kemudian mengikuti saran Muluk, sahabatnya, untuk pindah ke Jakarta.  Di kota ini, ia menjadi penulis yang produktif sehingga namanya mulia banyak dikenal orang.  Kemudian, ia pindah ke Surabaya dan tetap meneruskan karirnya sebagai penulis.  ia bahkan dikenal sebagai penulis yang kaya dan dermawan.  Sementara itu, Azis pun pindah ke Surabaya,sehingga ia bersama Hayati menetap di kota yang sama dengan Zainuddin.  Kepindahan ini mempertemukan Hayati dengan Zainuddin, kekasihnya yang sangat ia cintai.

Ketika Azis dipecat dari pekerjaan karena kecerobohan dan kelalainnya dalam menjalankan perusahaannya, ia bersama Hayati tinggal di rumah Zainuddin.  Namun, Azis merasa tidak kerasan tinggal di rumah Zainuddin karena perlakuan penuda itu sangat baik terhadap keluarganya.  Azis kemudian memutuskan untuk meninggalkan Hayati dirumah Zainuddin dan pergi entah kemana.  Tak berapalama kemudian , Azis mengirimkan dua pucuk surat, yaitu surat pertama ditujukan kepada Zainuddin yang isinya meminta Zainuddin untuk menikahi Hayati.  Surat itu merupakan pesan terakhir darinya karena tak lama kemudian Azismeninggal dunia.

Sekalipun dalam hati Zainuddin masih mencintai Hayati, ia menolak permintaan Azis karena perasaan dendamnya kepada orang tua Hayati yang telah menolak lamarannya. Ia bahkan menyuruh Hayati untuk kembali ke kampung halamannya.  Hal itu membuat hati Hayati merasa hancur.  keesokan harinya, Hayati bergegas untuk kembali ke kampung halamannya dengan menggunakan Kapal Van der Wijck.

Tak lama sesudah kepergian Hayati, hati Zainuddin merasa gundah gulana karena ia tidak dapat menghilangkan perasaan cintanya kepada Hayati.  Ia segera menyusul Hayati ke pelabuhan, namun kapal yang ditumpangi Hayati telah berangkat.  Lelaki itu merasa sedih dan sangat menyesali perbuatannya.

Zainuddin semakin sedih ketika ia mendapat kabar bahwa kapal yang ditumpangi Hayati tenggelam,sedangkan Hayati dirawat di rumah sakit Tuban.  Dengan ditemani  sahabatnya, Zainuddin segera berangkat ke Tuban untuk menengok wanita yang sangat dicintainya itu.  Katika ia sampai dirumah sakit, ia melihat Hayati terbaring tidak berdaya.  Ia pun memeluk Hayati dan menyatakan penyesalannya.  Pertemuan mereka itu adalah pertemuan yang terakhir karena Hayati menghembuskan nafasnya yang terakhir dalam pelukaan Zainuddin.

Kejadian itu membuat Zainuddin merasakan penyesalan yang berkepanjangan hingga ia jatuh sakit dan meninggal dunia.  Ia dimakamkan di sebelah makam Hayati.

Salam Sayang

18 Tanggapan

  1. sweet banget novelnya!!!!!

  2. saya ada kisah tenggelamnya kapal van der wijk dalam bentuk drama kaset yang sudah saya konversi kedalam bentuk mp3.,, Drama ini mungkin direkam tahun 80 an,, pengisi suaranya ada diantaranya Uni ELLY KASSIM dkk.., Bagi para pengemar novel Karya Buya Hamka.., agaknya ini bisa menambah pendalaman cerita tersebut,,. download via 4shared
    cari Tenggelamnya kapal Van Der wijk.
    Salam

  3. saya pikir pertama kali novel ini gak menarik tapi ternyata saya salah . saya jadi teringat dengan pacar saya , bagaimana jadinya kalau kalau saya seperti zainuddin . jujur saya sampai menangis membaca novel ini . pokoknya wajib banget deh niy novel dibaca

  4. keren lengkap banget

  5. tahun 1987 adalah kali pertama saya membaca novel ini. banyak kali terpaksa berhenti membaca novel ini kerana sebak dan tagis yang tak tertahan. Terasa remuk dan hancurnya hati zainuddin seperti diri sendiri yang mengalaminya.

  6. saya sngt suka dngn novel ini sngguh mmpu mmbw sya k dlm suasana dlm crt itu,kta2 nya yg bgtu mnyayat hati buat saya mnangis ,top banget deh

  7. sblmnya saya mohon maaf atas ungkapan perasaan saya kepada anda semua,,,,,,,,,,,,,,,saya berdiri diantara pilihan yg sulit namun sayatidak ingin menyesali kehidupan aya yg berkepanjagan………garis besar cerita ini membuat saya berfikir.bahwa menanamkan kebenciaan serta dendam di masa lalu akan membuat hidupmeraa tidak nyaman.ada baiknya saya memaafkan semua kesalahan yg terjadi di masa lalu

    • ..memaafkan itu mudah tetapi ingatan masa lalu sulit dihilangkan…smoga ada pelajaram yg baik bisa diambil

  8. saya pngen beli buku buya hamka yg tenggelamnya kapal vanderwijk dan berlindung di bawah naungna kabah
    gmn caranya???
    saya mau beliin bwat pacar saya
    tolong yg tau caranya kasih tau saya
    soalnya saya dah keliling 3 kota bwat cari buku neh and gak dapet2

    • lokasinya ada dmana ??, klw saya di Jakarta…memang sulit buat novel itu… saya dapat waktu ada pameran buku di senayan..penerbitnya (bulan bintang) bikin stand sndiri…saya juga pernah liat di kwitang Senen….

      ini alamat penerbitnya:
      Jalan Kramat Kwitang I, no.8, Jakarta 10420
      telp (021) 3901651
      bulanbintang@cbn.net.id

  9. klo ada yg berminat kita masih ada stocknya di http://tokofua.com/?buku,60

    baru.

  10. apa alur dari cerita Tenggelamnya Kapal Van Der Wick

  11. dimana biasa dapat eBook nya Gan??

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: